Beranda Berita Terkini Bupati Iti Jayabaya : Hasil Kesepakakatan Natal Boleh Dilaksanakan Ditempat yang Sesuai...

Bupati Iti Jayabaya : Hasil Kesepakakatan Natal Boleh Dilaksanakan Ditempat yang Sesuai Perizinan

Swarabobar.com – Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjelaskan lebih lanjut terkait persoalan umat kristiani di Kecamatan Maja, Lebak, Banten, diminta melakukan ibadah Natal di Kota Rangkasbitung gegara belum ada gereja. Iti memastikan bukan ingin melarang orang beribadah Natal.

Pernyataan Iti ini disampaikan langsung lewat rekaman yang dikirimkan oleh Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief. Dalam rekaman itu, Itu memastikan permintaan ibadah di Kota Rangkasbitung bukan untuk melarang ibadah Natal.

“Saya sudah jelaskan berkali-kali, saya tidak pernah melarang orang beribadah, waktu pertama rapat pelaksanaan pilkades, dari FKUB sampaikan keresahan warga, termasuk camat, keresahan warga, ada ibadah-ibadah di rumah-rumah di Kecamatan Maja, di kompleks itu, dan juga menggunakan ruko,” kata Iti dalam rekaman, Sabtu (17/12/2022).

“Tidak ada pelarangan. Namun, berdasarkan hasil kesepakatan dari musyawarah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bahwa pelaksanaan ibadah (bersama) Natal hanya boleh dilaksanakan pada tempat yang sesuai dengan perizinannya,” lanjut Iti.

Baca Juga :  Sudah Satu Pekan Pencoblosan, Aan Triana Masih Menjawarai Posisi Tertinggi Raihan Suara di Dapil 5 (Lima)

Iti menyebutkan protes juga datang dari pengembang perumahan dan ruko tersebut. Karena alasan itulah dia menyebut akhirnya pihaknya melakukan kewaspadaan dini dengan mengundang Kemenag, FKUB, dan BKSAG untuk rapat bersama.

“Sebetulnya dari pengembang sendiri juga keberetan itu digunakan, karena ruko-ruko dan rumah itu sudah jadi milik pribadi. Nah, menanggapi hal itu, kami harus lakukan kewaspadaan dini, jadi difasilitasi oleh Kemenag dengan FKUB dan BKSAG Kabupaten Lebak, kemudian setelah itu mereka Kemenag dan jajaran, termasuk pengembang, melakukan rapat bersama, difasilitasi dengan desa dan pengembang itu sendiri,” ucapnya.

Iti menyebut rumah dan ruko di Kecamatan Maja bukan diperuntukkan buat ibadah. Namun dia sudah meminta agar semua agama difasilitasi untuk memiliki rumah ibadah di kecamatan tersebut.

“Jadi ini kan harus ada izin lingkungan, di situ peruntukannya ada ruko dan permukiman yang tidak boleh secara undang-undang itu izinnya harus sesuai. Makanya saya tantangin, untuk segera urus izin untuk rumah peribadatan, termasuk saya bilang Maja ini akan besar penduduknya, ada 10 ribu unit rumah di situ, tolong fasilitasi semua agama di situ rumah peribadatannya, saya malah sarankan gitu,” ujarnya.

Baca Juga :  Sudah Satu Pekan Pencoblosan, Aan Triana Masih Menjawarai Posisi Tertinggi Raihan Suara di Dapil 5 (Lima)

Lebih lanjut, Iti membeberkan hasil rapat Kemenag, FKUB, dan BKSAG menyepakati bahwa perumahan dan ruko di Maja tidak bisa diperuntukkan buat ibadah. Dia pun menyayangkan akhirnya muncul anggapan bahwa dirinya justru melarang.

“Terkait pemberitaan ini terbangun opini bahwa Bupati Lebak melarang umat kristiani Maja melaksanakan ibadah Natal,” tuturnya.

“Lebak adalah kabupaten bagi semua golongan yang mencintai Pancasila dan kebinekaan dan Kabupaten Lebak harus mampu menjaga toleransi kehidupan beragama dalam masyarakat,” tambah dia.

Pernyataan Bupati Iti
Sebelumnya diberitakan, umat kristiani di Kecamatan Maja, Lebak, Banten, diminta menjalankan ibadah Natal di Kota Rangkasbitung. Hal ini dikarenakan belum ada gereja di sana.

Permintaan itu disampaikan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat rapat koordinasi pengamanan Natal dan tahun baru 2023. Iti juga melarang umat kristiani beribadah di ruko yang belum mengantongi izin menjadi tempat ibadah.

Baca Juga :  Sudah Satu Pekan Pencoblosan, Aan Triana Masih Menjawarai Posisi Tertinggi Raihan Suara di Dapil 5 (Lima)

“Di Maja itu kan belum berdiri gereja yang izinnya legal. Tadi disampaikan oleh Pak Camat akan ada kebaktian dan saya sampaikan bahwa hasil rapat sebelumnya kita akan mengizinkan beribadah di sana (ruko) tetapi kalau memang izin gerejanya sudah keluar. Jadi kalau izinnya, peruntukannya buat ruko, maka tidak diperbolehkan. Jadi silakan beribadah, kami tidak menghalangi, tapi beribadah di gereja-gereja yang sudah ada,” kata Iti kepada wartawan ditemui beberapa waktu lalu, Jumat (16/12).

Menurut Iti, keputusan ini merupakan hasil musyawarah antara Forkopimda dengan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Lebak. Umat kristiani diminta mengikuti hasil masyarakat tersebut.

“Kesepakatan rapat, kita tidak menghalangi ibadah tapi di rumah ibadah sesuai peruntukannya. Ruko, tempat permukiman, mohon maaf nggak diizinkan,” jelasnya.

Sumber : Detik

Artikulli paraprakBank BRI Leuwiliang Bogor  Didemo Nasabah
Artikulli tjetërTahun 2023 Samsung Targetkan Akan Produksi 8,5 Juta Unit Layar OLED