Beranda Berita Terkini Uang Kuno Rp 1.000 Bergambar Lompat Batu Dijual Dengan Harga Beragam

Uang Kuno Rp 1.000 Bergambar Lompat Batu Dijual Dengan Harga Beragam

Swarabobar.com – Mengoleksi uang kuno atau uang lama kini semakin menjadi tren di sejumlah kalangan, terutama bagi para kolektor atau calon pengantin untuk mahar. Oleh sebab itu tidak heran bila belakangan ini banyak orang mulai tertarik untuk ikut mengoleksi uang kuno atau uang lama.

Dilansir dari detik.com. Meskipun sudah tidak lagi bisa digunakan untuk transaksi, sejumlah uang kuno ini masih cukup banyak diminati oleh masyarakat. Harga jualnya bervariasi, tergantung kelangkaan dan jenis dari uang kuno yang ditawarkan.

Salah satu uang lama yang banyak dicari adalah uang kertas pecahan Rp 1.000 tahun emisi 1992 bergambar Lompat Batu. Diketahui bahwa uang ini sudah ditarik peredarannya oleh BI (Bank Indonesia) sejak 2006 lalu melalui Peraturan BI (PBI) Nomor 8/27/PBI/2006.

Salah satu toko online Tokopedia, diketahui bahwa uang kuno tersebut saat ini dijual dengan harga Rp 10.000 per lembarnya.

“Uang Kuno. Nominal: 1000 Rupiah. Tahun: 1992. Lompat Batu. Kondisi: UNC mulus gress” tulis salah satu toko di Tokopedia, dikutip Selasa (18/10/2022).

Dilihat di toko online Tokopedia yang sama, uang kuno Rp 1.000 bergambar Lompat Batu ini tengah dijual dengan diskon mencapai 20%, sehingga harga jualnya saat ini sebesar Rp 8.000/lembar. Toko yang berlokasi di Kab. Tangerang tersebut telah berhasil menjual 200+ lembar.

Sementara itu, masih di Tokopedia, bahkan ada toko yang menjual uang kuno Rp 1.000 Lompat Batu ini dengan harga Rp 17.000 per lembar dari Kota Bandung. Dikatakan bahwa uang lama yang satu ini dijual dengan kondisi istimewa.

Adapun selain di Tokopedia seperti Shopee dan Bukalapak, juga banyak ditemukan uang kuno Rp 1.000 bergambar Lompat Batu dijual dengan harga beragam mulai dari Rp 1.800 (dengan kualitas jelek/sobek) hingga Rp 400.000 per 50 lembar dengan seri berurutan.

Artikulli paraprakiPhone 14 Pro Max Varian Termahal Dibanderol Rp 33 Juta
Artikulli tjetërMasyarakat Tidak Perlu Menggunakan Alat Bantu STB Jika TV Sudah Berbasis Digital