Beranda Berita Terkini Polisi Terus Dalami Kasus Dugaan Pinjol di Kampus IPB University

Polisi Terus Dalami Kasus Dugaan Pinjol di Kampus IPB University

Swarabobar.com – Pihak Kepolisian Resort (Polres) Bogor melakukan koordinasi dengan pihak Rektorat IPB University Dramaga terkait dugaan kasus penipuan yang dilakukan oknum kepada sejumlah mahasiswa IPB. Sebagian korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Bogor Kota.

Dalam keterangannya, Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak rektorat terkait dengan adanya dugaan penipuan dengan modus pinjaman online yang dilakukan oleh seseorang terhadap ratusan mahasiswa Universitas IPB ini,

“Dari laporan yang kita terima di Polres Bogor sendiri hingga saat ini terdapat 116 korban dengan total kerugian mencapai 1,6 Milyar Rupiah,” kata AKBP Iman Imanuddin.

Saat ini, AKBP Iman Imanuddin menyampaikan, bahwa Sat Reskrim Polres Bogor dan Polsek Dramaga sudah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan mengumpulkan fakta hukum terkait adanya modus penipuan tersebut.

“Dan saat ini kami sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku berinisial SA yang merupakan orang luar dari IPB,” katanya.

Jadi, Kapolres mengatakan, awalnya ada mahasiswa yang kenal kepada terduga pelaku penipuan.

“Jadi terduga pelaku ini dalam melakukan aksinya secara masif mengiming-imingi mengajak berbisnis kepada mahasiswa yang di kenal pelaku,” katanya.

Saat ini, pihaknya masih terus melakukan upaya menemukan fakta hukum lain. Apakah ada keterlibatan orang lain yang turut serta ataupun adanya sebuah jaringan.

“Kami akan lakukan penegakan hukum terhadap jaringan-jaringan yang ada di dalamnya,” katanya.

Terkait kasus tersebut, Kapolres mengatakan, bahwa pihaknya akan terbuka dan terus bekerjasama dengan pihak rektorat IPB University.

“Untuk membuka layanan aduan bagi mahasiswa yang menjadi korban penipuan ini,” katanya

Sebelumnya, Terbawa janji dapat keuntungan hingga jutaan rupiah, ratusan mahasiswa IPB University Dramaga diduga terjerat pinjaman online dengan total jutaan rupiah.

Para korban akhirnya melaporkan kasus penipuan ini ke pihak yang berwajib, sebagian lagi masih belum melapor ke polisi. Tak hanya itu sejumlah mahasiswa kini juga dicekam ketakutan untuk melapor kepada orang tuanya karena takut disalahkan.

Informasi yang didapat, kasus penipuan investasi online ini dengan motif sang mahasiswa diajak kerjasama investasi untuk membesarkan usaha penjualan online.

Para mahasiswa pun diminta meminjam uang ke pinjaman online sebagai modal investasi, tanpa syarat lain hanya menyetorkan kartu tanda penduduk dan kartu keluarga saja.

Dari ratusan mahasiswa yang kini terjerat pinjaman online ini sebagian sudah melapor ke polisi namun sebagian lain masih menutup diri.

Salahsatunya, Aurelia Habis (20) merupakan mahasiswi Fakultas Pertanian mengaku kini dirinya terjerat pinjaman online hingga Rp 6 juta.

Dirinya mulai terjerat penipuan ini saat terlibat dalam sebuah projek usaha dengan kakak tingkatnya di kampus. Aurel diajak bergabung dengan grup usaha penjualan online, dengan cara melakukan order viktif dan investasi usaha.

Dari usaha ini Aurel dijanjikan keuntungan per bulan 10 persen dari nilai investasi sejak Agustus lalu. Namun sempat menuai keuntungan justru usaha mereka mentok.

“Iya, ini sempat dikejar kejar debt colektor. Sempet ke rumah malahan,” ungkap Aurel kepada wartawan pada, Senin 14 November 2022.

Kondisi lebih parah dialami Sylvia Nur Aini merupakan mahasiswi Fakultas Peternakan karena terjerat pinjaman online hingga Rp 13 juta.

Sama dengan Aurel, Sylvia juga awalnya tergiur keuntungan usaha bersama hingga terjerat pinjaman online.

Menurutnya, hingga kini terdapat ratusan mahasiswa IPB yang terjerat pinjaman online ini.

“Awalnya kita dikenalin oleh kakak tingkat, untuk ikut projek investasi dengan keuntungan menggiurkan. Trus kami tertarik,” ungkapnya.

Menurutnya dari data WAG hingga kini tercatat hingga 300 mahasiswa IPB dan warga umum yang terjerat pinjaman online bermodus investasi usaha ini dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah.

Sementara itu, pihak kampus IPB university, Yatri Indah Kusumastuti mengatakan, bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pendataan siapa saja yanh menjadi korban.

“Bahkan, pihaknya akan menyiapkan bantuan hukum jika diperlukan,” ungkap Yatri Indah Kusumastuti kepada wartawan di Gedung Andi Hakim Nasution pada, Senin 14 November 2022.

Yatri Indah Kusumastuti mengatakan, bahwa saat ini ada sebelas orang sudah melaporkan kepada pihak yang berwajib di dua wilayah baik kepada pihak Polresta Bogor Kota maupun Polres Bogor.

“Dan sisanya kami masih tunggu dan segera menyampaikan kejadian ini pada bidang kemahasiswaan IPB,” katanya.

Artikulli paraprakHilang Kendali Pemotor Tabrak Truk Depan SPBU Parung Bogor
Artikulli tjetërWarga Purwasari Dramaga Hibahkan Tanah Untuk Jalan Pertanian