Beranda Berita Terkini Pembangunan Drainase Hingga Huntap Menggunakan Risha di Sukajaya Bogor “Amburadul”

Pembangunan Drainase Hingga Huntap Menggunakan Risha di Sukajaya Bogor “Amburadul”

Swarabobar.com – Pembangunan Hunian tetap (Huntap) bagi korban bencana untuk tiga desa di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor diduga terhambat dengan pengiriman bahan material berupa beton teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha).

Pembangunan 184 unit Huntap itu tersebar di beberapa desa diantaranya, 50 unit rumah di Desa Cisarus, 50 unit di Desa Pasirmadang dan 84 unit di Desa Cileuksa dikerjakan secara swakelola oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas)

Konstruksi bangunan 184 Huntap itu mengunakan sistem teknologi Risha. Risha adalah sebuah penemuan teknologi konstruksi knock down yang dapat dibangun dengan waktu cepat (Oleh sebab itu disebut sebagai teknologi instan), dengan menggunakan bahan beton bertulang pada struktur utamanya, Inovasi ini didasari oleh kebutuhan akan percepatan penyediaan perumahan dengan harga terjangkau dengan tetap memperyahankan kualitas bangunan sesuai standar (SNI).

Namun disayangkan sejumlah pihak, pasalnya pekerjaan pembangunan yang dilaksanakan oleh Kelompok Masyarakat atau Pokmas itu justru terhambat oleh Kontraktor Risha lantaran Risha yang dijanjikan tak kunjung datang.

Seperti diungkapkan Sekertaris Pokmas Desa Pasirmadang, Firman Firdaus mengatakan, sudah satu minggu lebih tidak ada pengiriman material Risha.

Menurutnya, hal itu tentu tidak sesuai dengan perjanjian kontrak antara Pokmas dengan Kontraktor Risha itu sendiri.

“Pekerjaan kami terhambat, ke-tidak sesuaikan dengan kontrak, seharusnya dari Pokmas desa pasir Madang cepat dan dua desa juga dicepatkan, makanya kita akan menegur kembali kepada kontraktor Rishanya,” ungkap Firman kepada wartawan pada, Selasa 1 November 2022.

Akibat adanya keterlambatan pengiriman material Risha kata Firman, tentu akan berdampak lambatnya pembangunan Huntap yang di kerjakan oleh Pokmas tersebut.

“Dari tiga desa itu sama-sama keluhannya sama seperti pasir madang dan sebetulnya sama mereka menunggu pengiriman. Saya kecewa dengan kontraktor Risha karena pas di kantor DPKPP waktu itu bilang hari senin akan dikirim tapi sampai sekarang udah dua hari, hari selasa ini belum ada juga,” cetusnya.

Firman menjelaskan, sempat ada penundaan pengiriman Risha selama satu minggu yang berdampak pada lamanya pekerjaan.

Dirinya berharap, Pembangunan Huntap tersebut sudah sejak lama dinantikan oleh masyarakat terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada awal Januari 2020 lalu.

“Seharusnya kalau tidak bisa mengirim jangan berjanji seperti itu kan kami juga sama di tegur oleh konsultan pengawas. Kalau bahan baku RISHA bukan dari Pokmas tapi kita di arahkan (Dinas) ada bahasanya gini, lebih cepat pembangunan dengan menggunakan Risha,” katanya.

Artikulli paraprakSiaran TV analog di Jabodetabek Akan Dimatikan 2 November 2022
Artikulli tjetërGagal Nanjak, Mobil Pengakut Aspal Terguling di Nanggung