Beranda Berita Terkini Momen Saat Bendera Merah Putih Gagal Berkibar Saat Upacara Hari Pahlawan di...

Momen Saat Bendera Merah Putih Gagal Berkibar Saat Upacara Hari Pahlawan di Ciampea Bogor

Swarabobar.com- Upacara peringatan hari Pahlawan yang digelar di lapangan Pasir Oray, Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor pada, Kamis 10 November 2022 tidak berjalan sesuai rencana. Insiden muncul ketika memasuki pengibaran bendera merah putih.

Saat Paskibra siap untuk menarik bendera merah putih hingga ke atas tiang, tanpa diduga katrol pengait tidak berfungsi semestinya hingga bendera tidak dapat naik ke atas. Meski begitu, upacara tetap berjalan dan lagu Indonesia Raya tetap berkumandang.

Adanya insiden itu, membuat seorang pemuda merupakan warga sekitar berinisiatif memanjat tiang besi namun karena dianggap tidak mampu menahan beban badan pria tersebut kemudian pria itu pun mengurungkan niatnya dan kembali turun.

Hingga akhirnya, para petugas di lapangan terdiri dari Anggota Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Satpol PP Kecamatan Ciampea menurunkan tiang bendera tersebut. Hingga bendera itu langsung diikatkan pada ujung tiang dan tiang kembali dinaikan sampai bendera itu berhasil berkibar.

Menurut salah satu warga sekitar, Juned mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.

“Saat itu pasukan pengibar bendera atau Paskibra dari salah satu sekolah di Ciapea hendak menaikan bendera, namun gagal karena talinya tidak bisa ditarik,” ungkap Juned kepada wartawan usai mengikuti upacara tersebut.

Juned mengatakan, bahwa dalam insiden itu sempat ada seorang pria merupakan warga sekitar berinisiatif menaiki tiang bendera untuk memperbaiki katrol agar tali pada tiang itu bisa ditarik namun sampai lagu Kebangsaan Indonesia Raya selesai berkumandang tidak berhasil.

“Akhirnya, sejumlah petugas menurunkan tiang bendera dan dengan cara manual alias menarik tali dari bawah, bendera baru bisa dinaikan,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Camat Ciampea, Yudi Santosa mengatakan, bahwa insiden itu merupakan hal biasa yang mungkin saja bisa terjadi. Bahkan, hal ini juga merupakan sebuah wujud perjuangan dalam menaikan bendera merah putih

“Yang juga butuh perjuangan, insiden ini kan biasa terjadi ya karena human eror atau faktor alam, dan ini wujud bahwa masyarakat di desa Cinangka butuh perjuangan dalam menaikan bendera kebangsaan ini,” katanya.

Yudi Santosa menambah, upacara peringatan Hari Pahlawan disambut antusias oleh warga di desa-desa di wilayahnya dan masih menjaga rasa nasionalisme salah satunya dengan mengikuti upacara.

“Ini sebagai bukti bahwa didesa yang terpencil seperti Cinangka ini masih banyak yang turut serta dalam melaksanakan pengibaran bendera, bahkan ada yang menggunakan pakaian pahlawan,” ungkapnya.

Artikulli paraprakSederet Persiapan Dilakukan Menyambut Pernikahan Putra Presiden Joko Widodo
Artikulli tjetërMinimalisir Pasien dirujuk, IGD RS Medika Dramaga Tambah Tempat Tidur Pasien