Beranda Berita Terkini Ungkap Misteri Mafia Tanah di Bogor, Pengacara Nurma Sadikin dan Fahmi Assegaf...

Ungkap Misteri Mafia Tanah di Bogor, Pengacara Nurma Sadikin dan Fahmi Assegaf Berharap Pemerintah Tegakan Hukum.

 

Swarabobar.com – Geram dengan tindakan tanduk sekelompok orang yang diduga menjadi mafia tanah di wilayah Kabupaten Bogor, pengacara Nurma Sadikin S. H., M. H., beserta pengacara Fahmi Assegaf S.H., M. M., gelar diskusi dengan tajuk ‘Ungkap Mafia Tanah di Bogor’. Senin, (10/10/2022).

Hal itu dilakukan lantaran kedua pengacara yakni Nurma Sadikin bersama Fahmi Assegaf jengah, sebab permasalahan klien mereka berdua serupa dan berhadapan dengan orang yang serupa pula, yang diduga sebagai mafia tanah.

Pada diskusi yang diselenggarakan di TB Simatupang, tepatnya di 18 Office Park Building Lantai 12 m, Jakarta Selatan. Pengacara Nurma Sadikin menyampaikan bahwa dirinya sangat berharap pemrintah pusat maupun daerah terkait, dapat untuk seyogyanya bersikap tegas guna tegaknya hukum terkait mafia tanah di Bogor.

Pasalnya, tiga orang korban adalah klien Nurma Sadikin yang memiliki sertifikat hak milik yang sah yakni, SHM No. 34 dengan Akta Jual Beli (AJB) No.445/56/Tanah.Sareal/XII/1995 dengan luas tanah 2.553 meter persegi. dan SHM No. 37 dengan Akta Jual Beli No. 446/57/Tanah.Sareal/XII/1995 dengan luas tanah 1.135 meter persegi.

“Serta SHM Nomor 3259 dengan Akta jual beli No. 837/2009 dengan luas tanah 1.086 meter persegi, namun karena ada pelebaran jalan dari PUPR, Akta nomor 34 dikurangi luasnya sebanyak 285 meter persegi hingga luasnya menjadi 2.268 meter persegi, dan SHM nomor 37 dikurangi 222 meter persegi sehingga luasnya menjadi 913 persegi untuk SHM nomor 37,” Ungkap Nurma Sadikin.

Sebab menurutnya, kasus mafia tanah masih menjadi persoalan yang jelimet karena para pelaku dari mafia itu sendiri tidak lah satu orang melainkan, bisa terdiri dari beberapa oknum.

” Ya, seperti oknum yang terdiri mulai dari unsur BPN yang menjadi oknum, oknum Kecamatan, oknum Kepala Desa, oknum Notaris, maupun oknum Pengacara,” Kata dia.

Dengan demikian, Nurma Sadikin sangat memberi dukungan penuh dalam pengentasan mafia tanah. Karena, dalam kasus yang ditangannya sendiri terdapat tiga tersangka yang disinyalir sebagai mafia tanah.

“Inisialnya ada MA, ada EM, serta SA. selain itu kita pun menduga ada oknum-oknum lainnya, dan kita pun memprediksi bahwa jumlah korbannya pasti banyak,” Bebernya.

Ditempat yang sama, nada serupa disampaikan Pengacara Fahmi Assegaf, yang pun hadir sebagai pembicara pada kegiatan diskusi tersebut.

Bahkan lebih menarik, pengacara yang tampak matang dalam bidangnya tersebut dengan lantang menyampaikan bahwa dirinya sangat berharap pemerintah dapat menegakan hukum hingga ke akar-akarnya.

“Jika perlu, pemerintah harus membentuk lembaga seperti KPK, namun dalam hal ini tentunya pemberantas mafia tanah.” Tukasnya.

Artikulli paraprakLantaran Hujan Deras, Dua Unit Rumah di Terjang Longsor
Artikulli tjetërUnit Reksrim Polres Bogor Amankan Pelaku Pencabulan di Pamijahan