Beranda Berita Terkini Pemerintah Resmi Larang Penjualan Obat Sirop Untuk Sementara Waktu

Pemerintah Resmi Larang Penjualan Obat Sirop Untuk Sementara Waktu

Swarabobar.com – Pemerintah telah melarang penjualan obat sirop untuk sementara waktu setelah ramai kasus ratusan anak di Indonesia terkena gagal ginjal akut misterius.

Beredar dugaan, kasus tersebut dipicu oleh kandungan etilen glikol (EG) di obat berbentuk cair atau sirop. Pemerintah juga tidak merekomendasikan seorang anak mengkonsumsi obat sirop ketika sakit dan membutuhkan parasetamol. Dilansir dari detik.com

Wakil Ketua II PD Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) DI Yogyakarta Arifianti Piskana Susilowati mengatakan, ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan orang tua yaitu menggunakan cara tradisional dan kompres untuk mengatasi gejala demam pada anak.

Baca Juga :  Sudah Satu Pekan Pencoblosan, Aan Triana Masih Menjawarai Posisi Tertinggi Raihan Suara di Dapil 5 (Lima)

“Kita mengedepankan terapi non-farmakologi. Untuk anak sebenarnya ada banyak cara. Kita mengenal banyak cara untuk menurunkan demam pada anak. Saya yakin di lingkungan kita banyak sekali. Ada yang menggunakan insan brambang parutan dari bawang merah, dan lain sebagainya itu banyak. Itu bisa kita gunakan,” jelasnya dalam webinar ‘Kupas Tuntas Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak dan Dugaan Sirup Obat sebagai Penyebabnya’ di YouTube Kanal Pengetahuan Farmasi UGM, Sabtu (22/10/2022).

Baca Juga :  Sudah Satu Pekan Pencoblosan, Aan Triana Masih Menjawarai Posisi Tertinggi Raihan Suara di Dapil 5 (Lima)

Arifianti juga mengingatkan pentingnya menjaga kebutuhan cairan anak. Menurutnya, salah satu kunci anak bisa kembali pulih saat demam yaitu terpenuhi kebutuhan cairan. Namun, jiga anak terus mengalami gejala demam juga dianjurkan untuk segera diperiksakan ke fasilitas layanan kesehatan.

“Tapi yang penting adalah kita lakukan monitoring terhadap gejala. Kalau anak itu demamnya tidak segera turun atau mungkin cenderung naik terus, bawa saja ke sarana pelayanan kesehatan (seperti) dokter atau rumah sakit sehingga bisa mendapatkan pelayanan segera,” beber Arifianti.

Baca Juga :  Sudah Satu Pekan Pencoblosan, Aan Triana Masih Menjawarai Posisi Tertinggi Raihan Suara di Dapil 5 (Lima)

“Saat ini tunda dulu untuk memberikan parasetamol baik itu bentuknya sirup atau drop. Kita kedepankan non-farmakologi. Tapi tentu ada batasannya. Manakala gejalanya memburuk, segera bawa ke dokter,” pungkasnya.

 

Artikulli paraprakIkut Relawan Go Anis, Struktur Partai Golkar Seharusnya Mundur
Artikulli tjetërKementerian Kesehatan Telah Mencatat 241 Kasus Gangguan Ginjal Akut Misterius Pada Anak