Beranda Berita Terkini Hari Sumpah Pemuda Ke-94, Fokusmaker Kabupaten Bogor Sambangi Rumah Sejarah di Malasari

Hari Sumpah Pemuda Ke-94, Fokusmaker Kabupaten Bogor Sambangi Rumah Sejarah di Malasari

Swarabobar.com – Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-94, Organisasi Kepemudaan (OKP) Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (FOKUSMAKER) Kabupaten Bogor menyambangi rumah sejarah yakni, Eks Kantor Bupati Bogor Masa Revolusi di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung pada, Sabtu 29 Oktober 2022.

Ketua Bakorcab Fokusmaker Kabupaten Bogor, Edi Koswara mengatakan, kehadiran pihaknya ke Desa Malasari memberi edukasi kepada pemuda di internalnya agar memahami dan mengingat kembali sejarah yang ada si Kabupaten Bogor.

“Sekaligus selalu mengingat dan menghargai bahwa orang tua kita, sepuh kita dahulu pernah singgah di sini dan punya pendopo Bupati Bogor pertama yaitu pak Ipik Gandamana,” ungkap Edi Koswara kepada wartawan disela kunjungannya.

Karena menurutnya, Desa Malasari memiliki nilai sejarah yang sangat penting di Kabupaten Bogor.

“Dimana hari ini kita tidak akan bisa berdiri tegak disini tanpa perbuatan almarhum-almarhum para pendiri dan membangun Kabupaten Bogor seperti yang ada di wilayah barat Kabupaten Bogor yang ada di Kecamatan Nanggung tepatnya di Desa Malasari,” katanya.

Baca Juga :  Sudah Satu Pekan Pencoblosan, Aan Triana Masih Menjawarai Posisi Tertinggi Raihan Suara di Dapil 5 (Lima)

Untuk itu, pada momentum Hari Sumpah Pemuda ke-94 ini, Edi Koswara menyampaikan, bahwa kegiatan Fokusmaker hari ini membawa pesan kepada pemuda Kabupaten Bogor khususnya untuk sama-sama saling menjaga dan mengetahui sejarah Kabupaten Bogor khususnya di wilayah Desa Malasari ini.

“Perjalanan sejarah kabupaten Bogor terutama di Desa Malasari ini yang jelas sudah menjadi cagar budaya dimana ini juga bagian dari kewajiban pemerintah memberdayakan cagar budaya ini dan semua unsur stake holder kepemudaan di Kabupaten Bogor sehingga kita sebagai pemuda menjadi pemuda yang mengerti sosial, mengerti sejarah kemudian juga memahami riwayat perjalanan berdirinya Kabupaten Bogor hingga sampai saat ini,” katanya.

Edi Koswara menambah, selain untuk mengingat tentang sejarah, kegiatan Fokusmaker Kabupaten Bogor juga untuk melakukan kegiatan bakti sosial dengan membagikan ratusan paket sembako untuk warga sekitar terutama anak yatim dan jompo.

Baca Juga :  Digdaya di Dapil Lima : Aan Triana dan Firmansyah Berpeluang Lolos dengan Torehan Suara Gemilang

“Mudah-mudahan oleh-oleh dari kami sedikit berbagi karena konteknya hari ini Fokus Berbagi. Artinya, Fokusmaker berkunjung ke sini untuk berbagi dan juga mengenang sekaligus beraktifitas memperingati hari sumpah pemuda ke-94,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Malasari, Andy Jaelani Firdaus menyampaikan, bahwa di wilayahnya tersebut selain memiliki nilai sejarah, potensi wisata alam juga memiliki aneka ragam kearifan lokal, tradisi dan budaya. Untuk itu, dirinya berpesan kepada generasi muda untuk terus berkembang dan berinofasi membangun Kabupatan Bogor tanpa melupakan sejarah.

“Untuk itu, kami berpesan kepada generasi muda saat ini agar selalu mengingat jasa para pejuang-pejuang seperti yang dilakukan rekan-rekan dari Fokusmaker dengan mengunjungi Desa Malasari sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-94 tahun ini,” ujarnya.

Sebagai informasi, Di Desa Malasari terdapat peninggalan berupa Rumah Sejarah yang dulunya dijadikan pusat pemerintahan sipil Kabupatan Bogor yang dipimpin oleh Bupati pertama Bogor Ipik Gandamana pada tahun 1948.

Baca Juga :  Perjalanan Samsul Hidayat Menuju DPRD Provinsi Jabar Melenggang Mulus Bersama Golkar

Rumah sejarah ini masih terawat dan sudah pernah dipugar beberapa waktu lalu namun tidak menghilangkan bentuk aslinya. Rumah sejarah memiliki satu ruang tamu di depan, tiga kamar tidur dan ruang dapur belakang.

Selain itu terdapat benda sejarah peningalan Bupati Ipik Gandamana diantaranya dua Bendera Merah Putih tahun 1945 yang pada masanya digunakan dan dikibarkan pada 17 Agustus setiap tahunnya. Di kamar tempat tidur Bupati Ipik Gandamana terdapat satu keris yang memiliki lima lengkungan dan satu pedang kepala garuda bertuliskan bahasa arab.

Dan di ruang tamu terdapat satu meja dan dua kursi makan dan foto-foto. Selain itu juga terdapat satu lemari berisi piring dan teko yang dulunya pernah digunakan.

Artikulli paraprakMomentum Hari Sumpah Pemuda dan HUT ke-63 Pemuda Pancasila di Sukajaya Terus Berjuang Pemulihan Ekonomi
Artikulli tjetërCegah Longsor, Pemdes Ciampea Bangun TPT Sepanjang 30 Meter