Beranda Berita Terkini Pasca Ramai Diberitakan, Dinsos Bersama Pemerintah Kecamatan Cigudeg Berkunjung Ke Kediaman Dua...

Pasca Ramai Diberitakan, Dinsos Bersama Pemerintah Kecamatan Cigudeg Berkunjung Ke Kediaman Dua Lansia Yang Hidup di Gubuk Renta

 

Bogor, Swarabobar.com – Pasca ramainya pemberitaan terkait sepasang Lansia yang hidup memperihatinkan di gubuk renta, Pemerintah Kecamatan Cigudeg bersama Dina Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor melalui Subkoordinator Anak dan Lansia Terlantar datang berkunjung ke kediaman Marpuah (66) dan Murdi (71), warga Kampung Malangbong, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Kamis, (29/09/2022).

“Berkat informasi yang kami dapatkan bahwa ada Lansia di Desa Argapura yang tinggal hanya dengan suaminya yakni, Marpuah (66) dan Murdi (71) alhamdulillah kami bisa datang ke sini bersma jajaran Pemerintahan Kecamatan.” Ujar, Subkoordinator Anak dan Lansia Terlantar. R. E. Haryati,

Pasca datang bersambang ke kediaman sepasang lansia tersebut, R. E. Haryati pun merasa prihatin pasalnya, untuk kondisi ibu Marpuah sendiri keadaannya memang sudah tidak bisa melihat, dan suaminya sendiri mentalnya sudah sedikit terganggu meski tidak parah. Kata dia.

“Untuk data DTKS sudah sudah kami data, untuk BPJS jua alhamdulillah sudah PBI. Dan kami akan mengajukan rumah tidak layak huni nya karena memang sudah tidak layak dihuni.” Unkapnya.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan bahwa, Dinas Sosial akan terus mengawal dan memperhatikan kedua lansia tersebut, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada yakni, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus memberi rehabilitasi sosial jaminan sosial, perlindungan sosial, dan pemberdayaan sosial sebagai wujud pelaksanaan kewajiban negara dalam rangka menjamin terpenuhinya hak kebutuhan dasar warga negara yang miskin serta tidak mampu (JDIH Kemenkeu).

“Dari dana sosial ada kedaruratan pangan untuk si nenek, apabila nanti untuk kedepannya anggaran perubahan kami diterima insa’alloh akan ada bantuan dari Dinas Sosial berupa sarana kamar untuk lansia.” Paparnya.

Sementara itu, Kasi PM, Imas Masmawati, menyampaikan rasa terimakasih atas kepedulian dan perhatian dari Dinas Sosial melalui Subkoordinator Anak dan Lansia Terlantar yang datang berkunjung melihat dan menyampaikan bantuan.

“Terimakasih kepada Dinsos mudah-mudahan bantuan kedepannya bisa terealisasi. Kedepan untuk bantuan rumah tidak layak huni akan kita pantau juga untuk kita saling membantu, serta saya ucapkan terimakasih juga kepada teman-teman media karena tanpa teman-teman media kita tidak akan tahu satu persatunya” Ungkapnya.

Lanjut Imas, terkait kondisi suami dari Ibu Marpuah yang terganggu mentalnya akan segera dibantu pengobatan melalui pendamping Kecamatan.

“Berhubung Pendamping Lansia sedang ada halangan jadi tidak bisa ikut kesini, nanti kita komunikasi kan ulang untuk membantu pengobatannya.” Tukasnya.

Sebelumnya, pada satu harilalu telah ramai diberitakan bahwa ada Sepasang Lansia Hidup Tanpa Anak Di Gubuk Renta Dimana, Marpuah dan Murdi hidup tanpa anak dan tinggal di gubuk reot serta bertahan hidup hanya mengandalkan belas kasihan kerabat dan tetangga. Tapi Negara melalui pemerintah maupun Lembaga terkaitnya belum juga hadir merangkul dan memeluknya dengan kasih kemanusiaan.

Padahal, Mengutip Undang-Undang Dasar pasal 34 tahun 1945 sudah jelas mengatakan bahwa kondisi sepasang lansia tersebut masuk dalam kategori parkir miskin yang mau tidak mau, suka tidak suka negara melalui jajaran tingkat terbawah nya wajib memperhatikan.

“pasal 34 UUD 1945 di ayat 1 dan 2 yang berbunyi, Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Dimana negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan itu sudah jelas menunjukkan itu tanggung jawab siapa” Ujar Sekretaris MCJ saat berkunjung ke kediam Marpuah. Rabu, (28/00/2022).

Selain itu, lanjut Ra Dien, telah dijelaskan pula dalam JDIH Kemenkeu, dimana pasal tersebut mengamanatkan bahwa kewajiban negara untuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar.

Dan atas untuk keduanya, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus memberi rehabilitasi sosial jaminan sosial, perlindungan sosial, dan pemberdayaan sosial sebagai wujud pelaksanaan kewajiban negara dalam rangka menjamin terpenuhinya hak kebutuhan dasar warga negara yang miskin serta tidak mampu.

“Pada kesusahan orang lain inilah, kemanusia manusia diuji saat dia dihadapkan dengan kesusahan orang lain, seperti agama mengajarkan Hablumminannas,” Tegasnya.

Terlebih, dalam JDIH Kemenkeu juga dikatakan bahwa penyelenggaraan kesejahteraan sosial ini membutuhkan peran masyarakat seluas-luasnya, baik itu perseorangan, keluarga, organisasi keagamaan, organisasi sosial kemasyarakatan, organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat, badan usaha, lembaga kesejahteraan sosial, atau juga lembaga kesejahteraan sosial asing agar terselenggara kesejahteraan sosial yang terarah, terpadu, serta berkelanjutan.

Sementara itu, TKSK Kecamatan Cigudeg, Hambali menyampaikan bahwa Selasa sekitar pukul 13:00 WIB di Kecamatan kedatangan Ibu Marpuah yang datang menyampaikan keluh kesah.

“Iya kedatangan salah satu warga Kecamatan Cigudeg yang melapor dan kebetulan ada kawan-kawan Jurnalis. Dan alhamdulillah ketika kita selaku pekerja sosial bekerja sama dengan teman-teman media sebagai kontrol sosial bisa merespon dengan cepat,” Kata dia.

Sementara itu, Ketua RT setempat menyampaikan bahwa sebelumnya Marpuah pernah mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari bank BNI, namun ketika ada migrasi dari BNI ke Mandiri Ibu tersebut tidak termasuk.

“Iya, kalo untuk dari bank mandiri belum. Saya sampaikan juga terimakasih kepada teman-teman media dari Jasinga yang telah datang peduli memberikan bantuan,” Kata dia.

Lebih lanjut, terkat pengajuan kepada pihak desa dirinya mengaku sudah melakukannya melalui pak Sukardi, namun sampai saat ini belum ada realisasi.

“Kalu untuk pengaduan kita sudah ke pak Sukardi karena dia yang pegang KK nya, tapi karena belum rejeki ya mau gimana lagi,” Sambungnya.

Sebelumnya telah diberitakan bahwa, disaat pemerintah gencar menyalurkan banyak bantuan dari berbagai macam sumber, namun satu pun bantuan tersebut tidak pernah dirasakan oleh Marpuah, seorang lansia Berusia 66 tahun, warga Kampung Malangbong Rt 02/011, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Hal tersebut disampaikan Marpuah saat datang ke kantor Kecamatan Cigudeg untuk berkeluh kesah, menyampaikan harapan dan berbagai macam pertanyaan. Mengapa lansia seperti dirinya yang hidup hanya dengan suami yang berusia 77 dengan keadaan pikun.

“Ibu hidup hanya dengan suami, untuk kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan belas kasihan dari ketabat dan tetangga, padahal yang lain mah suka dapat bantuan tapi ibu mah tidak,” Ungkapnya dengan nada terbata selaksa menahan iba. Selasa, (27/09/2022).

Ditempat yang sama, Bakri, seorang kerabat sekaligus tetangga Marpuah membenarkan bahwa selama ini Marpuah yang hidup dengan suami tanpa memiliki anak tidak petnah mendapatkan bantuan selama beberapa tahun ini.

“Ya, ibu Marpuah kerabay saya hidup hanya sama suami yang saat ini kondisinya sudah pikun. Ibu Marpuah selama ini bertahan hidup hanya dari belas kasihan ketabat dan tetangga,” Ujar Bakri, yang rela merapat Marpuah untuk datang berkeluh kesah.

Sementara itu, di Kantor Kecamatan Cigudeg, Marpuah dijumpai Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Hambali, yang pun merasa prihatin pasca dirinya mengetahui akan keadaan Marpuah yang luput dari perhatian.

“Selama ini ki tidak tahu, karena selama ini kita tidak pernah mendapatkan laporan maupun informasi dari RT, RW, Maupun Desa,” Bebernya.

Dengan demikian, Lanjut Hambali, atas adanya laporan ini akan kita sambung kan langsung dengan pendamping lansia Kecamatan, agar dapat segera ditindak lanjuti.

“Akan kita tindak lanjuti secepatnya, karena sepertinya itu belum terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang operatornya ada di desa,” Tukasnya.

Artikulli paraprakTerkait DD Dibawa Kabur Bendahara Desa, Kades Pangaur Sampaikan Kronologi Secara Rinci
Artikulli tjetërTagih Janji Pemkab Bogor Soal Huntap,Para Kades Sekecamatan Sukajaya Curhat Pada Dewan