Beranda Berita Terkini Mobil Siaga Desa Yang Nongkrong Di Pengadilan Tipikor Bandung Kemarin, Diduga Nunggak...

Mobil Siaga Desa Yang Nongkrong Di Pengadilan Tipikor Bandung Kemarin, Diduga Nunggak Pajak

 

Swarabobar.com – Ternyata mobil siaga desa yang terparkir didepan pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Bandung Jawa Barat diduga tidak pernah bayar pajak,

Saat dikonfirmasi dan ingin mengatahui nama pemilik kendaraan tersebut berasal,ternyata hanya muncul tagihan pajak saja.

ditunjukan dalam aplikasi Bapeda provinsi Jawa Barat memberikan informasi sebagai berikut.

INFO PAJAK KENDARAAN DAN PNBP

TG PROSES : 24-09-2022 12:05:53

PKB POK : 3,591,000

PKB DEN : 1,508,400

SWDKLLJ POK : 715,000

SWDKLLJ DEN : 500,000

PNBP STNK : 200,000

PNBP TNKB : 100,000

TOTAL : 6,614,400

TGL PAJAK : 12-01-2017

TGL STNK : 12-01-2021

MILIK KE : 1

KETERANGAN : KENDARAAN TELAH MENUNGGAK PAJAK LEBIH DARI 5 TAHUN

Sebelumnya diberitakan,terpantau oleh awak media, Mobil siaga Bernomol polisi F 1643 G tersebut terparkir dan stanbay didepan kantor pengadilan Tindak pidana korupsi kelas 1A bandung,diduga digunakan untuk mengangkut rombongan yang mendukung terdakwa Bupati nonaktif ade yasin Pada Jum’at (23/09/2022).

Ketua aktivis lingkar masyarakat kabupaten bogor (Limbo) Dede Jujun kebetulan sedang ada ditempat parkirnya kendaraan tersebut,dia mengatakan,dengan teganya yang menggunakan kendaraan hibah dari pemkab bogor itu digunakan untuk berkunjung ke pengadilan bandung padahal mungkin saja ketika itu dipakai masyarakat sedang mencari untuk keperluan urgent.

“Sangat tidak boleh ditiru,nama Desa nya pun tidak terpampang dalam branding mobilnya,sepertinya ini memang niat yang sudah di rencanakan, agar tidak ada yang mengenal,yang saya takutkan mobil siaga ini dipakai keluar kota bisa jadi masyarakat desanya sedang mencari, entah untuk kebutuhan berobat ataupun keperluan penting lainya.”katanya.

Lanjutnya,dia menyayangkan ketika ada pejabat Desa yang memaksakan berkunjung dan melihat proses persidangan ini,tetapi memakai kendaraan masyarakat

“kalo memang tidak sanggup untuk menyewa untuk kendaraan lain, ya jangan memaksakan, jangan bikin malu nama desanya lah, ini jelas disalah gunakan demi kepentingan pribadi apalagi jabatannya.”tegas Dede jujun ketua aktivis limbo. (Redaksi)

Artikulli paraprakMajelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung Ketok Palu, Ade Yasin Di Vonis 4 Tahun Penjara dan Dicabut Hal Politiknya
Artikulli tjetërPentas Seni Mayang Gandes di Desa Sipak Diapresiasi Disbudpar Kabupaten Bogor