Beranda Berita Terkini Terkait Permasalahan Cidurian, Ini Penjelasan Dari Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau –...

Terkait Permasalahan Cidurian, Ini Penjelasan Dari Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau – Cijujung – Cidurian

 

Bogor, Swarabobar.com – Polemik permasalahan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidurian pasca banjir bandang diawal tahun 2020 masih saja dikeluhkan masyarakat yang tinggal di bantaran kali tersebut.

 

Pasalnya, setiap kali hujan deras turun dan debit aliran sungai Cidurian meningkat warga kerap dihantui rasa ketakutan lantaran kian hari bantaran aliran sungai Cidurian terus mengikis.

 

Namun sayang, hingga sampai saat ini penyelesaian terkait normalisasi DAS yang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau, Cijujung, Cidurian masih belum dipahami betul oleh pemerintah terkait seperti, Desa, Kecamatan, Kabupaten, Hinga Provinsi.

“Betul Cidurian memang masuk dalam kewenangan BBWS Cidanau, Cijujung, Cidurian. Namun ketika memang ada sebuah urgensi untuk kepentingan masyarakat banyak, semua pihak seperti pemerintahan Kabupaten bisa melakukannya, asal cukup dengan koordinasi,” ungkap Humas BBWS, Muslimin saat ditemui wartawan. Kamis (28/07/2022).

 

Selain itu, beberapa kendala yang sepertinya belum dapat dipahami oleh banyak pihak seperti pengajuan Tembok Penyangga Tebing (TPT) dari Desa – Desa yang mengajukan.

 

Seperti Desa Kalong Sawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor yang sudah sampai 3 kali melakukan pengajuan ke BBWS Cidanau, Cijujung, Cidurian dari tahun 2020 namun belum ada realisasi lantaran proposal pengajuannya belum terdata oleh BBWS C3.

“Kalo untuk Desa Kalongsawah pengajuannya belum ada ya, mungkin karena tertumpuk berkas atau memang tidak sampai kesini, karena memang dari tahun 2020 hingga tahun 2022 pergantian Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Cijujung, Cidurian (BBWS C3) sudah dua kali.” Tukasnya.

 

Meski demikian, pihak dari Balai Besar Wilayah Sungai, Cidanau, Cijujung, Cidurian menyarankan kepada Tim Media Senter Jasinga yang datang mendampingi pihak Desa untuk kembali menyarankan agar desa kembali mengajukan proposal permohonan yang sesuai dengan SOP nya. (Arya)

Artikulli paraprakBronjong Senilai Ratusan Juta Kembali Jebol, Ratusan Hektar Pertanian di Kecamatan Jasinga Terancam Kekeringan.
Artikulli tjetër70 OKP dan PK Solid Dukung Edkos Pada Musda KNPI 30 Juli 2022