Beranda Berita Terkini Sosok Wanita Berusia 54 Tahun yang Masih Aktif Mengabdi Dalam Kemanusiaan, Ely...

Sosok Wanita Berusia 54 Tahun yang Masih Aktif Mengabdi Dalam Kemanusiaan, Ely Rahayu : Semua Itu Karena Pesan Bapak Saya.

Bogor, Swarabobar.com – Meski terbilang tidak lagi muda, namun semangatnya dalam bergerak dibidang sosial kemanusiaan layak dicontoh generasi muda saat ini, begitulah sosok Ely Rahayu (45), seorang Pekerja Sosial Masyarakat di salah satu Desa di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Ely, mengaku bahwa dirinya sudah 19 tahun menjalani profesi sebagai seorang Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), dimana hal itu dilakukannya lantaran termotivasi pesan sang ayah yang memang dulunya seorang Tentara, dan menjadi panutan bagi dirinya selama ini.

“Dari tahun 2003, dulu itu namnya Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), sekarang jadi Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM). Sekarang juga masih aktif. Jujur semua itu karena Ayah saya, beliau berpesan kepada saya untuk selalu membantu siapapun masyarakat,” ujarnya, Sabtu (02/06/2022).

Lanjut Ely menceritakan, suka duka selama 19 tahun mengabdi menjadi sorangan penggerak sosial. Dimana, perlakukan dari oknum – oknum dokter maupun perawat yang melukai hati kerap dialami, meski demikian Ely mengaku tidak pernah mengambil pusing lantaran tujuannya hanya untuk membantu masyarakat.

“Terkait hal itu mah sudah kebal, tapi kita tidak ambil pusing apalagi sampe dendam, karena fokus kita kan mbantu masyarakat yang perlu diantar kerumah sakit atau mengurus administrasinya,” ungkapnya kepada wartawan.

Di sisi lain, saat disinggung terkait upah yang diterima dirinya selama menjadi seorang pekerja sosial masyarakat, sesaat Ely Rahayu hanya mampu tersipu malu, selepasnya dengan nada bergurau dirinya berkata bahwa upahnya hanya satu juta.

“Hehee… Satu juta, iya satu juta, tapi satu jutanya itu sabar, jujur, dan takwa itu upahnya,” lontar Ely sambil tertawa.

Meski demikian, Ely tidak menampikan bahwa perhatian dari Pemerintah terkait Seperti Kecamatan dan Desa di tempat dirinya berkegiatan selalu ada, meski nilainya tidak seperti upah pekerja pada umumnya.

“Alhamdulillah sih kalo dari desa suka ada dan juga kecamatan juga ada uang kadeudeuh buat kami para pekerja sosial,” lanjut wanita yang akrab disapa Emak Ely.

“Kadang dari pasien yang kita bantu, saat mereka ada rejeki lebih suka inget lalu ngasih. ada juga pasien yang jangankan memberi kekita, bilang terima kasih juga tidak, tapi kita juga tidak apa-apa,” Tukasnya. (Arya)

Artikulli paraprakTingkatkan Kompetensi Pengajar, SMPN 2 Jasinga, Gelar IKM
Artikulli tjetërAksi Kades Koleang di Hari Libur Patut Diapresiasi, Jaro Adung : Ini Semua Berkat Kelompokan Semua Jajaran