Beranda Berita Terkini Peran Penting Kepala Sekolah Terkait Tingginya Angka Putus Sekolah Melalui Program Bantuan...

Peran Penting Kepala Sekolah Terkait Tingginya Angka Putus Sekolah Melalui Program Bantuan PIP

Bogor, Swarabobar.com, – Peran Penting Kepala Sekolah Terkait Tingginya Angka Putus Sekolah Melalui Program Bantuan PIP menjadi acuan lancarnya program tersebut,  dimana peran penting kepala sekolah yang diminta aktif mengecek data siswa penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di aplikasi SiPintar menjadi tolak ukur.

Dan tidak kalah penting, setelah mengetahui data siswa penerima PIP, kepala sekolah harus segera memberitahukan kepada kepada siswa penerima dan membantu siswa atau  orang tuanya dalam melakukan aktivasi rekening siswa penerima PIP tersebut.

“PIP itu hak siswa dari keluarga miskin, namun bisa tidak dicairkan atau direalisasikan apabila rekeningnya tidak atau belum diaktivasi. Di sini lah peran kepala sekolah sangat penting agar hak siswa tersebut dapat dinikmati “. Ungkap Sub Koordinator PIP Pendidikan Menengah Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik).

Hal tersebut dikatakan Sub Koordinator PIP Pendidikan Menengah Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) dalam kegiatan Koordinasi, Sinkronisasi, dan Validasi data Program PIP di Tangerang, 22 Juni 2021 tahun lalu.

Terkait aktivasi rekening siswa penerima PIP ini, kebijakan baru di tahun 2021 diantaranya adalah, siswa yang layak menerima PIP akan diberi SK Nominasi penerima PIP.
Dalam SK tersebut,  dana bantuan belum disalurkan ke rekening siswa dan akan disalurkan bila siswa telah melakukan aktivasi dan ditetapkan melalui SK Pemberian PIP.

“Tahun sebelumnya, dana ditransfer dulu ke rekening siswa penerima PIP, dan siswa melakukan aktivasi untuk mencairkannya. Mulai Tahun 2021, dana akan ditransfer bila rekening siswa yang sudah diaktivasi, “ujar Mulkirom, dikutip dari laman Puslapdik.kemdikbu.go.id. Jumat, (15/07/2022).

Baca Juga :  Sudah Satu Pekan Pencoblosan, Aan Triana Masih Menjawarai Posisi Tertinggi Raihan Suara di Dapil 5 (Lima)

Secara rinci, Mulkirom menyebutkan beberapa peran penting operator PIP SD dan SMP tingkat kabupten/kota, kepala sekolah dan operator PIP tingkat sekolah dalam mendukung keberhasilan dan ketepatan program PIP, baik dalam hal penetapan maupun penyaluran guna kelancaran program PIP tersebut.

Dalam kaitan pengusulan calon penerima PIP, hal yang dilakukan antara lain: sekolah melalui operator PIP, melengkapi data Dapodik sebagai dasar penetapan penerima PIP. Dalam pengisian Dapodik tersebut, menurut Mukirom, operator sekolah harus akurat dalam mengisi kolom Nomor Induk kependudukan (NIK) siswa, Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), tanggal lahir, dan nama gadis ibu kandung dan menandai siswa layak PIP di Dapodik.

“Sering kali terjadi, siswa yang sebenarnya layak dapat bantuan PIP namun ternyata tidak terdaftar sebagai penerima PIP karena ada ketidaksesuaian antara data di Dapodik dengan data di DTKS, atau KTP atau Kartu keluarga, “kata Mulkirom.

Kedua, operator sekolah secara berkala mengecek data siswa penerima PIP di SiPintar dan segera mendorong melakukan aktivasi rekening siswa yang tercatat menerima PIP. “Jangan lupa, memberitahukan pada siswa dan orang tuanya sebagai nominasi penerima PIP dan segera melakukan aktivasi rekening di bank penyalur, dalam hal ini BRI, agar uangnya bisa segera ditransfer ke rekening siswa, “lanjut Mulkirom.

Baca Juga :  Sudah Satu Pekan Pencoblosan, Aan Triana Masih Menjawarai Posisi Tertinggi Raihan Suara di Dapil 5 (Lima)

Ketiga, operator sekolah mengecek atau mengkonfirmasi ke siswa atau orang tuanya, bahwa apakah dananya sudah dicairkan atau belum.

Pencairan bantuan PIP, lanjut Mulkirom, akan segera dilakukan pihak bank penyalur dalam waktu maksimal 15 hari setelah SK Pemberian bantuan PIP yang terunggah di aplikasi SiPintar. Dalam proses itu, bank penyalur akan melakukan verifikasi terkait data siswa dengan KTP atau KK. Oleh karena itu, kelengkapan data dan persyaratan lainnya agar dipenuhi sesuai ketentuan dan dilakukan koordinasi komunikasi dengan pihak terkait terkait.

“Jadi, setelah rekening siswa diaktivasi, akan segera ditetapkan melalui SK Pemberian Bantuan PIP dan diunggah di SiPintar, dan selanjutnya bank penyalur akan mentransfer dananya ke rekening penerima PIP, “jelasnya.

Sebelumnya, telah diberitakan adanya sebuah hak siswa yang terdaptar sebagai pener Program Indonesia Pintar (PIP) yang patut dipertanyakan lantaran hal tersebut tidak sepenuhnya dapat dirasakan oleh salah satu murid yang saat ini duduk di kelas VI salah satu Sekolah Dasar Negeri yang beroperasi di wilayah Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.

Pasalnya, hal itu disampaikan salah satu orang tua wali murid tersebut kepada wartawan saat ditemui di kediamannya, dimana Fatimah (Samaran.red) menyampaikan bahwa selama ini dirinya tidak memegang kartu yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat tersebut.

“Tidak saya tidak pegang kartunya dari dulu sampe saya lupa,” ungkap Fatimah kepada wartawan, Kamis kemarin.

Baca Juga :  Sudah Satu Pekan Pencoblosan, Aan Triana Masih Menjawarai Posisi Tertinggi Raihan Suara di Dapil 5 (Lima)

Lebih lanjut Fatimah membeberkan bahwa terakhir anaknya mendapatkan bantuan tersebut pada tahun 2019, namun pada tahun 2020, 2021, hingga saat ini belum menerima.

“Terkahir dapat tahun 2019, saat ditanyakan kepihak sekolah katanya belum ada pencairan juga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN tersebut saat dikonfirmasi wartawan menyampaikan, terkait kartu PIP yang diakui wali murid di pegang oleh pihak sekolah, dirinya menampik akan mempertanyakannya terlebih dahulu.

“Nanti kita tanyakan dulu, Mohon maaf Pak kita pencairan berdasar kan nama-nama yang dikirim, selebih nya kami tidak tahu, untuk itu kami juga sudah konfir ke pihak BRI  ini juga mau tanya lagi ke pihak BRI,” ungkapnya.

“Ini hari ini juga admin lagi di BRI, kita ngecek beberapa kali di dapodik belum muncul, kita pencairan berdasar kan daftar yang muncul saja. Karena yang bersangkutan belum pernah datang ke Sekolah, kami pencairan berdasarkan nama-nama yang muncul saja,” sambungnya.

Lebih lanjut, Kepala Sekolah (Kepsek) tersebut menjelaskan, ketika sudah waktunya pencarian pihaknya mengaku tidak pernah menunda-nunda pencarian tersebut, sehingga pada situasi dan kondisi cuaca tidak bersahabat saja tetap disalurkan, karena menilai sebuah resiko ketika bantuan tersebut disimpan dirumah.

“Iya mas, catatan kami tidak pernah kedatangan  wali murid yang PIP nya tidak cair, karena kita pencairan berdasarkan nama-nama yang muncul,” Tukasnya.

Artikulli paraprakJadi Petunjuk Korupsi Kebijakan, Pigai : Klarifikasi Bupati Merauke Tak Bisa Selesaikan Perbuatan Pidana
Artikulli tjetërHadiri Lokakarya Mini Lintas Sektor, Ini Kata Batituud Koramil 0621-24 Jasinga