Beranda Berita Terkini Pasca Dicurhati Kades Bunar, Wakil Ketua DPRD Jabar Tinjau Langsung TPT Yang...

Pasca Dicurhati Kades Bunar, Wakil Ketua DPRD Jabar Tinjau Langsung TPT Yang Dikeluhkan

 

Bogor, Swarabobar.com, – Pasca dicurhati Kepala Desa (Kades) Bunar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor saat acara Reses III Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat dapil VI Kabupaten Bogor pada 7 Juli 2022 lalu, drh. H. Achmad Ru’yat, M.Si terjun langsung melihat lokasi yang dikeluhkan Kades Bunar tersebut pada, Selasa 12 Juli 2022.

Hal tersebut dilakukan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Achmad Ru’yat sebagai bentuk bahwa dirinya selalu wakil rakyat senantiasa hadir ditengah-tengah masyarakat guna memperjuangkan apa yang menjadi kepentingan masyarakat.

“Iya, ini kita langsung mengecek lokasi yang dikeluhkan yakni Kampung Lawangtaji, Desa Bunar, Kecamatan Cigudeg, dimana pasca banjir bandang arah aliran itu kearah pumukiman.” Ujarnya. Rabu (13/07/2022).

Selain itu, selepas dirinya mengecek langsung lokasi tersebut, tanpa basabasi Achmad Ru’yat mengaku langsung berkoordinasi dan mengirimkan data berupa gambar serta mengirimkan gogle maps penunjuk lokasi kepada kepala BPBD Provinsi Jawa Barat, Dani Ramdani yang sekarang merangkap sebagai PLT Bupati Bekasi.

Baca Juga :  Sudah Satu Pekan Pencoblosan, Aan Triana Masih Menjawarai Posisi Tertinggi Raihan Suara di Dapil 5 (Lima)

“Sudah saya sampaikan agar diturunkan alat berat, dan juga sebagai penguatan saya pun koordinasi dengan pak sekda yang saat ini ada di makah. Dan Alhamdulillah pak sekda merespon dan akan koordinasi dengan pihak terkait untuk bisa menggeser aliran air agar arah air tida ke pemukiman warga.” Ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kades Bunar Jajat Sudrajat merasa kaget dan terharu atas kunjungan langsung wakil ketua DPRD Provinsi Jawa Barat tersebut, dan dirinya berharap akan apa yang menjadi harapannya terkait hal tersebut dapat segera direalisasikan.

“Alhamdulillah tidak disangka-sangka Pak Dewan langsung respon dan mengecek lokasi, selain merasa terharu saya ucapkan banyak terima kasih, dan mudah-mudahan bisa cepat terselesaikan,” Tukasnya.

Baca Juga :  Sudah Satu Pekan Pencoblosan, Aan Triana Masih Menjawarai Posisi Tertinggi Raihan Suara di Dapil 5 (Lima)

sebelumnya sudah diberitakan bahwa pada Acara Reses III Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat dapil VI Kabupaten Bogor pada 7 Juli 2022 di Aula Gedung Rumah Makan Kampung Khayangan jadi ajang curhat.

Dimana, curhatan tersebut datang dari Kepala Desa (Kades) Bunar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jajat Sudrajat yang merasa khawatir atas warganya yang tinggal di bantaran kali Cidurian.

Dalam sesi penyampaian aspirasi, Kades Bunar Ajat Sudrajat menyampaikan, pentingnya sebuah Tembok Penyangga Tebing (TPT) di kali Cidurian yang melintasi Kampung Lawang Taji RT 02/010, Desa Bunar tersebut lantaran dampaknya akan berimbas kepada jembatan Lawang Taji yang menjadi lintasan jalan Provinsi.

“Bukan karena rumah saya juga dekat dengan bantaran kali, melainkan karena banyak masyarakat Desa Bunar yang terancam saat debit air di sungai Cidurian meluap, terlebih jembatan Lawang Taji yang menjadi akses jalan Provinsi pun dapat terancam, Adapun untuk panjang area yang perlu dibangun sekitar 300 meter,” ujar Kades yang akrab disapa Den Romy.

Baca Juga :  Sudah Satu Pekan Pencoblosan, Aan Triana Masih Menjawarai Posisi Tertinggi Raihan Suara di Dapil 5 (Lima)

Dilokasi yang sama, menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Bogor, drh. H. Achmad Ru’yat, M.Si menilai penanganan pasca bencana itu harus betul-betul konpensif.

“Mudah-mudahan juga diajukan oleh Bupati Bogor ke Provinsi Jawa Barat agar sungai Cidurian tidak hanya di tengok-tengok pasca bencana, tapi betul-betul langsung ada aksi atau langkah kongkrit dalam memperbaiki insfratruktur yang rusak. Nanti kita kawal.” Tukasnya. (Arya)

Artikulli paraprakDikeluhkan Warga, Pelaksana Proyek Diduga Tidak Memperhatikan AMDAL
Artikulli tjetërAdvokat Ketum LBH Nusantara Dukung Kabareskrim Polri Sesuai KUHAP Usut Peristiwa ‘Polisi Tembak Polisi’