Beranda Berita Terkini Menelisik Potensi Seni dan Budaya di Desa Ciasmara Bogor

Menelisik Potensi Seni dan Budaya di Desa Ciasmara Bogor

Bogor, Swarabobar.com, – Terletak dikawasan bebukitan dengan ketinggian 150 meter di atas permukaan laut (MDLP) sekitar kaki gunung halimun salak, tepatnya di Kampung Panoongan RT 03/09, Desa Ciasmara, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor bagian Barat.

 

Masih bertahan sebuah seni dan budaya yang sampai dengan saat ini masih dilestarikan oleh sekelompok kecil masyarakat setempat yakni, seni memainkan alat musik yang khas dari Kabupaten Bogor bagian Barat, diantaranya Celempung dan Karinding.

 

Sebagai informasi, Celempung adalah sebuah alat musik tradisional yang asli dari tanah Pakuan Padjajaran, yang saat ini lebih dikenal dengan Kabupaten Bogor.

 

Begitu juga dengan Karinding, sebuah alat musik jaman baheula yang terbuat dari bambu maupun batang kirai, yang oleh bangsa lain saja diakui keberadaannya, seperti dimusium liedeun Belanda, si sana Karinding Khas Bogor terpajang.

 

Namun sayang, di tanah kelahirannya sendiri, kedua alat musik tradisional tersebut keberadaannya seakan dianak tirikan, dan perlahan seolah-olah sengaja dihempaskan seiring dengan dengan kemajuan jaman.

 

“Entah Karinding dan Celempung sendiri belum ada sentuhan dari pemerintah,” ungkap Wahyu Saba (50) warga Desa Ciasmara yang sampai saat ini bertahan melestarikan kedua hal tersebut. Minggu, (10/07/2022).

 

Kang Wahyu sapaan akrabnya menceritakan, dirinya mengenal kedua seni dan alat musik tradisional tersebut dari sang ayah, yang diakui oleh Wahyu merupakan seorang seniman pada masanya.

 

Namun kata dia, untuk mempelajari kedua alat tersebut dirinya mengaku belajar secara autodidak, entah cara membuat dan memainkan Celempung maupun Karinding itu sendiri.

 

“Tau dulu dari jaman bapak saya, dan mempelajari nya secara autodidak, dari lulus sekolah dasar,” ujarnya singkat.

 

Lebih lanjut Wahyu memaparkan, bahwa menjadi pelestari alat musik Celempung dan Karinding merupakan pilihan hidup yang dia pilih lantaran kecintaannya kepada seni dan budaya yang ditinggal oleh nenek moyangnya.

 

Meski sampai dengan detik ini belum ada tangan-tangan dari pemerintah terkait untuk mengangkat harkat dan martabat seni dan budaya yang ada di wilayah Bogor bagian Barat.

 

“Jangankan bantuan, sentuhan kecil dari pemerintah setempat maupun pemerintah terkait belum pernah ada,” Tukasnya. (Arya).

Artikulli paraprakDicurhati Kades Bunar, Achmad Ru’yat : Mudahan – Mudahan Itu Diusulkan Pemda Bogor Kepada Pemprov Jabar
Artikulli tjetërKisah Singkat Wahyu Saba, Pelestari Seni dan Alat Musik Karinding dan Celempung di Bogor Barat