Beranda Berita Terkini Kisah Singkat Wahyu Saba, Pelestari Seni dan Alat Musik Karinding dan Celempung...

Kisah Singkat Wahyu Saba, Pelestari Seni dan Alat Musik Karinding dan Celempung di Bogor Barat

Bogor, Swarabobar.com – Berumur 50 tahun, keseharian dalam aktivitasnya menyambung hidup hanya sebatas bertani, namun kecintaannya kepada seni dan budaya tidak bisa diragukan lantaran dari usia belasan tahun dirinya rela menjadi bagian dari para Pelestari Seni dan alat musik tradisional yakni, Celempung dan Karinding.

Dialah Wahyu Saba (50), salah satu warga Kampung Panoongan RT 03/09, Desa Ciasmara, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor bagian Barat. Seorang petani sekaligus pelestari seni tradisional dan alat musik Celempung maupun Karinding.

Baca Juga :  Perjalanan Samsul Hidayat Menuju DPRD Provinsi Jabar Melenggang Mulus Bersama Golkar

“Belajarnya secara autodidak kang, dari lulus Sekolah Dasar (SD) sampai saat ini Alhamdulillah banyak suka dukanya,” ujar Wahyu kepada Wartawan. Minggu (10/07/2022).

Selama dirinya mempelajari jenis alat musik tradisional Celempung dan Karinding, sampai dengan saat ini menjadi seorang pelestari, Wahyu bercerita bahwa banyak keluh yang dia rasakan terkait dengan apa yang menjadi harapannya selama ini.

Baca Juga :  Sudah Satu Pekan Pencoblosan, Aan Triana Masih Menjawarai Posisi Tertinggi Raihan Suara di Dapil 5 (Lima)

“Berat kang kalo dasarnya kita tidak ikhlas menjalaninya, kadang kita suka dipanggil mentas di hajatan kampung meski bayarannya tidak seberapa tapi lumayan lah buat ngumpulin beli kostum manggung,” ungkapnya.

Lanju dia, alat musik tradisional Celempung dan Karinding yang sering dimainkan oleh kelompoknya merupakan alat yang dibuat oleh dirinya bersama beberapa warga setempat yang masih peduli terhadap alat dan seni musik tradisional.

Baca Juga :  Digdaya di Dapil Lima : Aan Triana dan Firmansyah Berpeluang Lolos dengan Torehan Suara Gemilang

“Itu kami buat sendiri, karena alhamdulillah bahan bakunya seperti bambu disini banyak, jangankan Celempung dan Karinding, Suling aja ada bahannya disini,” Tukasnya. (Arya)

Artikulli paraprakMenelisik Potensi Seni dan Budaya di Desa Ciasmara Bogor
Artikulli tjetërDiakui di Luar, Dicampakkan di Tanah Kelahiran. Cingok : Alat Musik Tradisional Berada Diujung Senja