Beranda Berita Terkini Jamaah Masjid Baitul Mukhlisiin RW 12 Duren Jaya Ber Kurban ‘Dari Warga...

Jamaah Masjid Baitul Mukhlisiin RW 12 Duren Jaya Ber Kurban ‘Dari Warga Ke Warga’ di Momen Idul Adha 1443 H

 

Bogor, Swarabobar.com – Warga masyarakat Bekasi yang berada di lingkungan kelurahan Duren Jaya jalan Baru, tepatnya kompleks perumahan Duren Jaya menggelar Sholat Idul Adha 10 Dzulhijah 1443 H/2022 M selanjutnya proses penyembelihan Hewan Kurban ‘dari Warga ke Warga’ sebanyak 12 ekor Sapi dan 27 ekor Kambing atau Domba di halaman belakang tempat ibadah Masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlokasi di Masjid Baitul Mukhlisiin, yang berlokasi di bilangan Duren Jaya Bekasi Timur Jawa Barat.

 

Sholat Idul Adha 1443 H tersebut bertemakan dengan ketaqwaan guna mendekatkan diri kepada Allah SWT, diikuti oleh ratusan jama’ah terdiri dari jamaah masjid Baitul Mukhlisiin RW 12 Kelurahan Duren Jaya. Bertindak sebagai Iman Ustadz Abdul Muchsin SPdi sekaligus Khotib. Di lokasi, nampak panitia bisa mencapai 150 orang tersebut turut hadir Ibu Evi salah satu tokoh masyarakat perwakilan dari Fraksi PAN DPRD Bekasi, dan juga seniman Senior Tato Singo yang juga merupakan pencipta lagu.

 

Dalam khutbahnya, Abdul Muchsin SPdi menyampaikan, perihal tentang sejarah panjang perjuangan Nabi Ibrahim dalam menjalani kehidupannya dimana dalam ketaqwaan dan keimanan kepada guna mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

Usai melaksanakan Sholat Idul Adha dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban, sebanyak 12 ekor Sapi dan 27 ekor Kambing atau Domba.

 

Di lokasi,Kholik Nasution SE selaku Ketua DKM Masjid Baitul Mukhlisiin RW 12 Duren Jaya Bekasi, katakan, selang setelah dua tahun Alhamdulillah, bisa berkurban kembali. Dimana warga bisa berkurban, meski pandemik covid 19 tidak terlalu berpengaruh terhadap kurban dari warga yang antusias.

 

” Alhamdulillah, dibanding beberapa tahun Kemarin bisa sampai magrib namun kini bisa tuntas pas azhar. Harapan ke depan, mudah mudahan daging sapi bisa lebih banyak supaya bisa bagikan ke semua warga, dimana yang pas dan tepat sasaran bisa disalurkan,” ujar Kholik.

 

” Tanpa melihat agamanya, kami akan berikan,” kata Kholik.

 

Sementara, Ustadz Zulkarnaen perwakilan dari Juleha (Juru Sembelih Halal) Indonesia menjelaskan bahwa kegiatan qurban telah berlangsung lancar.” Alhamdulillah, untuk tim sembelihnya sebanyak 12 ekor sapi diselesaikan jam 12 siang. Dimulai dari semenjak jam 9 pagi,” ujar Ustadz Zulkarnaen.

 

Kami menjalankan proses penyembelihan sesuai dengan syariah Islam, karena sebelum sembelih sudah adakan pelatihan manajemen qurban dan dari tim Juleha diundang dan memberikan materi dan pelatihan sesuai dengan syariah Islam, tutur Sekjen Juleha Indonesia Kota Bekasi itu.

 

Juleha (Juru Sembelih Halal) Indonesia ini sendiri, kata Zulkarnaen menceritakan,” untuk komunitas ini sudah semenjak 2016, dan organisasi sudah berdiri dan memiliki komunitas hingga 22 propinsi. Yang diketahui oleh Ustadz Ali Subarkah SE, Beliau salah satu pendiri komunitas Juleha Indonesia,” ujar Zulkarnaen yang telah berkecimpung di dunia penjagalan semenjak tahun 2008 itu.

 

Kriteria, manajemen qurban dari fiqih sembelih, lalu cara mengenai teknik sembelih dan handling hewan (kestrawan/kesejahteraan hewan) Dari paparan kemarin dan kini praktek saat idul kurban.

 

Selanjutnya, Farti perwakilan dari DKM Masjid Baitul Mukhlisiin di perumahan Duren Jaya menjelaskan, Jamaah yang kurban daging hewan kurban dilakukan dengan menggunakan kupon, Dimana 27 kambing dimana tiap kurban memiliki 2 kupon. Sementara, 7 orang per ekor Sapi dengan kisarannya 84 kupon dikalikan dengan 2 kupon.

 

Kemudian, kurban tersebut dibagikan bagi warga baik Islam maupun non Muslim. Agar kesemua warganya kebagian.” Ini bersifat sodakoh dan dibagikan ke lingkungan sekitarnya,” kata Farti perwakilan DKM Masjid Baitul Mukhlisiin saat diwawancarai wartawan di lokasi. (Nick/Arya).

Artikulli paraprakDibangun Tapi Diduga Tidak Dipelihara, Fasilitas Sarana Air Bersih Desa Cikopomayak Tanggung Jawab Siapa.
Artikulli tjetër4 Ekor Kerbau dikurbankan Yayasan DMM, Sebagai Bentuk Ketaatan