Beranda Berita Terkini Hak Siswa yang Terdaptar Sebagai Penerima PIP Disalah Satu SDN di Wilayah...

Hak Siswa yang Terdaptar Sebagai Penerima PIP Disalah Satu SDN di Wilayah Kecamatan Jasinga Patut Dipertanyakan

Bogor, Swarabobar.com, – Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi program khusus yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk membantu anak sekolah yang berasal dari keluarga dengan kategori kurang mampu atau miskin.

Bantuan yang diberikan berupa bantuan finansial, dimana diharapkan anak penerima PIP dari keluarga kurang mampu tersebut lebih terjamin pendidikannya. Sehingga, angka putus sekolah bisa menjadi lebih ditekan.

Namun sayang, hal tersebut tidak sepenuhnya dapat dirasakan oleh salah satu murid yang saat ini duduk di kelas VI salah satu Sekolah Dasar Negeri yang beroperasi di wilayah Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.

Pasalnya, hal itu disampaikan salah satu orang tua wali murid tersebut kepada wartawan saat ditemui di kediamannya, dimana Fatimah (Samaran.red) menyampaikan bahwa selama ini dirinya tidak memegang kartu yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat tersebut.

“Tidak saya tidak pegang kartunya dari dulu sampe saya lupa,” ungkap Fatimah kepada wartawan, Kamis (14/07/2022).

Lebih lanjut Fatimah membeberkan bahwa terakhir anaknya mendapatkan bantuan tersebut pada tahun 2019, namun pada tahun 2020, 2021, hingga saat ini belum menerima.

“Terkahir dapat tahun 2019, saat ditanyakan kepihak sekolah katanya belum ada pencairan juga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN tersebut saat dikonfirmasi wartawan menyampaikan, terkait kartu PIP yang diakui wali murid di pegang oleh pihak sekolah, dirinya menampik akan mempertanyakannya terlebih dahulu.

“Nanti kita tanyakan dulu, Mohon maaf Pak kita pencairan berdasar kan nama-nama yang dikirim, selebih nya kami tidak tahu, untuk itu kami juga sudah konfir ke pihak BRI  ini juga mau tanya lagi ke pihak BRI,” ungkapnya.

“Ini hari ini juga admin lagi di BRI, kita ngecek beberapa kali di dapodik belum muncul, kita pencairan berdasar kan daftar yang muncul saja. Karena yang bersangkutan belum pernah datang ke Sekolah, kami pencairan berdasarkan nama-nama yang muncul saja,” sambungnya.

Lebih lanjut, Kepala Sekolah (Kepsek) tersebut menjelaskan, ketika sudah waktunya pencarian pihaknya mengaku tidak pernah menunda-nunda pencarian tersebut, sehingga pada situasi dan kondisi cuaca tidak bersahabat saja tetap disalurkan, karena menilai sebuah resiko ketika bantuan tersebut disimpan dirumah.

“Iya mas, catatan kami tidak pernah kedatangan  wali murid yang PIP nya tidak cair, karena kita pencairan berdasarkan nama-nama yang muncul, pencairan pun melalui sistem aplikasi,” Tukasnya. (Redaksi)

Artikulli paraprakAdvokat Ketum LBH Nusantara Dukung Kabareskrim Polri Sesuai KUHAP Usut Peristiwa ‘Polisi Tembak Polisi’
Artikulli tjetërKuasa Hukum Mardani Telah Layangkan Surat Ke KPK, Pinta Semua Pihak Hormati Pra peradilan Sedang Berlangsung.