Beranda Berita Terkini Diduga Jarang Ngantor, Kepala UPT Insfratruktur Irigasi Kelas A Wilayah V Jasinga...

Diduga Jarang Ngantor, Kepala UPT Insfratruktur Irigasi Kelas A Wilayah V Jasinga Sulit Dikonfirmasi

 

Bogor, Swarabobar.com – Lambannya kinerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, terkesan tidak peduli dengan intruksi Pemerintah Daerah maupun Pusat.

 

Pasalnya, penanganan saluran irigasi Sodong yang melintasi beberapa Desa dan Kecamatan, Desa Pangaur, Bagoang Kecamatan Jasinga, serta Desa Bojong Kecamatan Tenjo harus terlunta-lunta hingga baru menjadi wancana akan diajukan tahun depan yakni tahun 2023.

 

Sementara itu, Kepala UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V, Kecamatan Jasinga ketika hendak dikonfirmasi tidak ada dilokasi, bahkan desas-desus yang beredar, kepala UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V, Kecamatan Jasinga, Handri Sukmawijayaguna jarang masuk kantor.

 

Sebelumnya telah dikabarkan bahwa, permasalahan terkait mirisnya bendungan Sodong yang bertahun-tahun terlunta sangat diekluhkan, padahal Bupati Bogor sendiri sudah mengintruksikan langsung.

 

“Panjangnya itu lebih dari 14 kilometer, kemarin waktu kunjungan Bupati saat peresmian pembangunan, Camat dan dari PU langsung di panggil Bupati untuk segera direalisasikan karena data itu sudah masuk dan saya pernah lihat pesan pak camat bahwa pagu anggarannya sudah dianggarkan tapi direalisasikan kapan kita tidak tahu, maka dari itu kita mohon untuk segera,” ucap Jajat kepada wartawan di lokasi, Kamis (21/7/2022).

 

Sementara Kepala Desa Bagoang Suryata, bahwa satu dusun di wilayah desa yang dipimpinnya pun terkena dampak dari buruknya saluran irigasi Sodong tersebut.

 

“Untuk urusan bendungan Sodong, kalau memakai tenaga manual (Manusia) saya rasa sudah tidak bisa karena jalan satu-satunya harus nurunin alat berat seperti 2018 itu pernah dikeruk menggunakan alat berat,” kata Suryata.

 

“Namun pada awal tahun 2020 terjadi banjir akibatnya lumpur kembali memenuhi aliran air tersebut maka terkendala lagi di tahun sekarang ini,” sambungnya.

 

Dia mengaku sudah berupaya melakukan pengajuan untuk saluran air tersebut yang terkena dampak banjir 2020 lalu, namun sampai dengan sekarang belum juga terealisasikan.

 

Terpisah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor melalui Subkoordinator Perencanaan Bidang Irigasi dan Sumberdaya Air Sukiswanto mengakui Irigasi Sendung dan Sodong memang belum tertangani.

“Ok terimakasih, Sendung dan Sodong memang belum tertangani,” kata Sukiswanto dikonfirmasi wartawan melalui pesan elektronik, Jumat (22/7/2022).

 

Hingga persoalan irigasi yang dikeluhkan warga Desa Bagoang dan Pangaur, Kecamatan Jasinga akan diusulkan di tahun 2023. “Iyaa 2023 akan diusulkan,” ucap Sukiswanto.

Artikulli paraprakNaas, Rumah Warga di Dermaga Bogor Terseret Longsor
Artikulli tjetërDedikasi TNI Untuk Segenap Tumpah Darah Bangsa dan Negara, Kodim 0621 Kabupaten Bogor Salurkan Bantuan Rutilahu