Beranda Berita Terkini Ade Kurniawan Mundur Dari Anggota SC Menjelang Musda KNPI Kabupaten Bogor, Fahru...

Ade Kurniawan Mundur Dari Anggota SC Menjelang Musda KNPI Kabupaten Bogor, Fahru Roza : Kita Selalu Berpegang Teguh Pada Aturan yang Ada.

Bogor, Swarabobar.com – Lantaran ada hati yang terganjal atas serangkaian proses persiapan dan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bogor.

Yang akan dilaksanakan pada hari ini (30/07/2022) di Aula Gedung Megantara, Desa Atang Sendjaja, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Ade Kurniawan selaku Anggota Steering Commite (SC) mengundurkan diri.

Hal tersebut dituangkan Ade Kurniawan dalam surat elektronik (FDP) yang diterima awak media, Dimana dalam surat tersebut Ade Kurniawan menjelaskan. adanya ketidak sepahaman dan keterbukaan pada dirinya itu yang menjadi alasan Ade mengundurkan diri.

Adapun, hal-hal yang membuat hatinya terganjal hingga memutuskan mengundurkan diri adalah perihal penetapan peserta Musda kepada salah satu OKP dengan dikeluarkannya surat undangan sebagi peserta Musda.

Dan terkait penyelesaian yang berkonflik dualisme yang dinilai Ade Kurniawan kurang keterbukaan, serta tidak lancarnya komunikasi dengan sesama anggota SC yang dinilainya sangat sulit.

Halaserupa dilakukan Heru yang menyatakan mengundurkan diri pada hari Kamis tgl 28/07/2022 jam 20.00 wib dari kepanitiaan OC Musda KNPI Kabupaten Bogor tersebut.

Salah satu alasan pengunduran diri ini adalah karena tidak transparasi & tidak jujuran dalam tupoksi pic/bidang masing-masing Kepanitian Musda KNPI Kabupaten Bogor.

“Saya, Heru selaku pic perlengkapan kepanitian Oc Musda KNPI Kabupaten Bogor tahun 2022 ini, menyatakan mundur dari kepanitiaan Musda KNPI Kabupaten Bogor,” kata Heru,

Lebih lanjut Heru mengatakan, keputusannya mengundurkan diri dari kepanitiaan Musda KNPI Kabupaten Bogor, ini karena ada kekecewaan dikepanitian.

“Dengan ini tidak mengurangi rasa hormat saya untuk mengambil keputusan ini. Sy harapakan pengertian & bisa makluminya” tegas Heru.

Sementara itu Ketua SC Fahrur Roza, saat dikonfirmasi terkait hal-hal tersebut menjelaskan dengan tegas, bahwa hal tersebut tidaklah benar.

“Kami SC selaku berpegang teguh kepada anggaran dasar anggaran rumah tangga beserta pedoman organisasi. Tidak ada atas dasar Ketua SC, tidak ada hasil mimpinya ketua SC, tidak ada atas dasar ijtihadnya ketua SC, tapi semuanya berasal dari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dan dilengkapi dengan pedoman organisasi,” ungkap Fahrur Roza.

“Pada setiap momen proses maupun kegiatan kita selalu koordinasi dan selaku terbuka, dan memutuskan semua itu seaca kolektif kolegia. Artinya diawali dengan musyawarah, kalo tidak ada kesepakatan, kita akhiri dengan poting.” Tutupnya tegas.

(Redaksi)

Artikulli paraprak70 OKP dan PK Solid Dukung Edkos Pada Musda KNPI 30 Juli 2022
Artikulli tjetërKeluarga besar Hj Muhammad sambut tahun baru Islam dengan santunan anak yatim