Beranda Berita Terkini Proses Pencarian Korban Longsor di Pamijahan Terkendala Cuaca

Proses Pencarian Korban Longsor di Pamijahan Terkendala Cuaca

Bogor, Swarabobar.com – Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Jakarta, Agung Priambodo mengatakan, bahwa Operasi SAR untuk hari ini dihentikan kurang lebih pukul 16.00 WIB karena untuk kendala cuaca hujan cukup deras.

 

“Jadi kami khawatirkan akan terjadi longsor susulan karena disana (lokasi longsor) masih labih untuk tanahnya dan ada beberapa daerah yang longsor sedikit. kami tarik semua Tim SAR gabungannya ke Posko untuk menghindari hal tersebut,” ungkap Agung Priambogo kepada wartawan pada, Jumat 24 Juni 2022 malam.

 

Agung Priambodo menyampaikan, perkembangan dari hasil penggalian yang dilakukan pada hari ini oleh Tim SAR Gabungan pada titik lokasi sekitar yang diduga korban tertimbun longsor sudah mulai terlihat tembok rumah korban.

 

“Jadi, memang itu kan satu rumah yang tertimbun jadi tadi sudah terlihat tembok (rumah) nya,” katanya.

 

Kendalanya, Agung Priambodo mengtakan, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sehingga pihaknya memutuskan untuk menghentikan pencarian pada hari ini.

 

“Karena yang kami khawatirkan ada longsor susulan karena tadi hujannya cukup deras. Jadi, mudah-mudahan besok kami lebih maksimal karena sudah terlihat tembok rumah (korban)nya,” kata dia.

 

Jadi kata dia, untuk titik longsor yang ada korbannya, berdasarkan dari kesaksian warga termasuk keluarga korban yang memang dari keterangan saksi pada saat kejadian korban sedang berada didalam rumahnya.

 

“Kami masih focus dititik itu dan kita juga besok akan ada sedikit perlebar dan kita berfikir kemungkinan korban bergeser atau tidak tapi besok kita masih tetap focus di satu rumah itu dan kemungkinan ada di perluas sedikit

 

Kalau untuk hambatan, Dirinya mengatakan, selain dari faktor cuaca memang masih butuh peralatan yang epektif dalam hal ini karena alat berat belum bisa masuk ke lokasi karena masuh ketutup ada batu besar dan alat berat ekskavator itu tidak bisa untuk mendorong batu itu untuk buka akses ke lokasi

 

“Terus untuk peralatan mungkin dari yang tadi kita gunakan Alkon atau alat semprot air itu tenaganya masih kurang. Besok kami akan menggunakan alkon yang lebih besar lagi agar daya semprot untuk mengurai tanahnya itu lebih kuat,” katanya.

 

Sebelumnya diberitakan, Tim Search And Rescue (SAR) gabungan masih terus melakukan pencarian korban hilang saat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Kampung Muara Baru, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

 

Peroses pencarian korban sempat dihentikan, lantaran cuaca di lokasi bencana turun hujan yang cukup deras.

 

 

Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Yani Hasan menyampaikan, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban tertimbun longsor. (Fex)

Artikulli paraprakLepas 28 Siswa, Ketua Yayasan Mathla’ul Anwar Jasinga Pastikan 28 Siswa Tersebut Melanjutkan Sekolah
Artikulli tjetërKorban Bencana di Pamijahan Dikunjungi dan Diberikan Bantuan Langsung Oleh Mentri Sosial