Beranda Berita Terkini Mengulas Arti Kata-Kata Mutiara Dari Aktivis HAM Munir Said Thalib : Karir...

Mengulas Arti Kata-Kata Mutiara Dari Aktivis HAM Munir Said Thalib : Karir Tertinggi Seorang Aktivis Bukan Jabatan, Tapi Mati.

Bogor, Swarabobar.com – Siapa yang tidak kenal aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib, yang hingga saat ini masih dikenang dan diapresiasi sepak terjangnya, sehingga banyak kata-kata mutiara yang dicetuskannya itu diabadikan dengan berbagai macam poster maupun famplet dijital.

 

Salah satunya dikutip dari akun fans page Sabda Perubahan yang memuat salah satu kata-kata mutiara dari mendiang aktivis HAM tersebut, Munir Said Talib, yang pernah mengatakan bahwa ‘Karir Tertinggi Seorang Aktivis Bukan Jabatan, Tapi Mati.’

Baca Juga :  Digdaya di Dapil Lima : Aan Triana dan Firmansyah Berpeluang Lolos dengan Torehan Suara Gemilang

 

Secara singkat menurut penulis, seorang aktivis adalah ia yang kerap memperjuangkan hak dan kepentingan khalayak banyak ketimbang hak dan kepentingannya sendiri. Ataw, seseorang yang rela membantu dan memberi tanpa berpikir apa yang ia dapatkan untuk pribadinya.

 

Baca Juga :  Perjalanan Samsul Hidayat Menuju DPRD Provinsi Jabar Melenggang Mulus Bersama Golkar

Tidak terlepas dari, mungkin itulah yang dimaksud dalam kutipan mendiang Munir Said Thalib, aktivis HAM yang pupus saat sedang mempertimbangkan keadilan.

 

Pasalnya, dalam kutipan kata-kata mutiara tersebut, tujuan utama dari seorang aktivis bukan untuk sebuah karir jabatan maupun kedudukan yang sipatnya keduniawian, lantaran terkutip pada kata akhirnya ada kematian.

 

Yang bisa juga diartikan bahwa tujuan seorang aktivis sejati bukan untuk kedudukan yang terkait pangkat dan jabatan, bukan untuk kehidupan nyaman dengan harta benda yang bisa dinikmati oleh pribadinya, melainkan sebuah perbuatan yang akan memuai hasil setelah mati (meninggal dunia.red).

Baca Juga :  Sudah Satu Pekan Pencoblosan, Aan Triana Masih Menjawarai Posisi Tertinggi Raihan Suara di Dapil 5 (Lima)

 

Sebab, segala sesuatu yang kita perbuat di dunia ini, tentunya akan dimintai pertanggung jawaban dikemudian waktu, yakni di akhirat. Seperti yang sama-sama kita yakini. (Arya)

Artikulli paraprakManfaat Kopi Hitam Tanpa Gula dan Pandangan Masyarakat Bogor Bagian Barat
Artikulli tjetërPujian dan Kekaguman Gus Dur Kepada Pejuang HAM, Munir Said Thalib