Beranda Berita Terkini Akibat Jalanan Rusak Parah, Pemuda di Desa Perbatasan Kabupaten Bogor Berfose Ala...

Akibat Jalanan Rusak Parah, Pemuda di Desa Perbatasan Kabupaten Bogor Berfose Ala Mancing di Kolam Ikan

Bogor, Swarabobar.Com – Guna mengingatkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor akan masih banyaknya jalan lintas Kabupaten yang rusak parah, seperti di jalan lintas penghubung antar Desa Kiarapandak menuju Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor membuat sekelompok pemuda desa tersebut berfose seperti sedang memancing ikan sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah terkait.

“Para pemuda mengambil fotret di jalan itu merupakan konsep atau cara mereka sendiri, niat mereka tidak lebih untuk mengingatkan Pemkab Bogor terkait masih adanya jalan yang harus diperhatikan,” ujar Pengurus Karang Taruna Kecamatan Sukajaya, Feri Firdaus. Kamis (09/06/2022)

Lanjut Feri, pembangunan ruas jalan tersebut memang sangat layak masuk dalam kategori sekala prioritas, pasalnya jalan yang rusak selain membahayakan pengendara yang kerap berlalu-lalang dengan berbagai macam rutinitas, juga sebagai penunjang perekonomian masyarakat sekitarnya.

“Anak-anak sekolah melintas melalui jalan ini, dan sering terjadi juga kecelakaan, output ketika jalan ini dibangun sejatinya dapat memulihkan perekonomian masyarakat dan memberikan keamanan dan kenyamanan kepada anak-anak sekolah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pemuda yang sedang mengejar gelar sarjana hukum disalah satu perguruan tinggi membeberkan bahwa  sepengetahuannya, pada tahun 2021 ini sudah dilakukan bidang pembanguan ruas jalan CigudegKiarasariCisangku yang menelan anggaran sekitar Rp 28 Milyar lebih.

“Kalo tidak salah anggaran pembangunannya bersumber dari anggaran pinjaman Pemulihan Ekonomi Masyarakat (PEN) dari Pemerintahan Provinsi (Pemvrop) Jawa Barat (Jabar) yang dialokasikan kepada Pemkab Bogor,” Sambungnya.

Namun pembangunan tersebut sangat disayangkan Feri lantaran pembangunnya tidak selesai lantaran ada beberapa titik yang masuk dalam perencanaan namun tidak diselesaikan, dan salatutitik yaitu di Desa Kiarasari sebelum jembatan Cipalayangan yang tidak dikerjakan sepanjang 200 meter.

“Yang saya ketahui di Desa Kiarasari sebelum jembatan Cipalayangan itu ada sekitar 200 Meter lagi tidak di kerjakan dan ada pula yang di bangun hanya pinggirnya saja, sehingga ditengah jalan jadi genangan air. Sampai saya pun bingun entah apa alasannya saya tidak tau, yang jelas ini tidak sesuai harapan kita selaku warga di pelosok Desa perbatasan,” keluhnya.

“Harapan saya sih kepada Pemkab Bogor khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor agar segera melakukan pembanguan jalan ini, supaya poin Pancakarsa Bupati Bogor yaitu Bogor membangun itu benar-benar nyata di masyarakat dan bisa dirasakan manfaatnya,” imbuhnya. (Arya)

Artikulli paraprakBunga Durian Jadi Olahan Pangan, Apakah Kamu Sudah Tahu.
Artikulli tjetërPembangunan Alun-alun Parungpanjang Sudah Dicanangkan, Awal Tahun 2023 Mulai Pembangunan.